Powered By Blogger

Friday, June 20, 2014

Hawa (di mata dan tanganmu)

Oleh: Faqih Hindami


Matamu teranyam tali-tali cinta.
Irisnya secerah nebula, bulan dan bintang di pupilnya.
Ujungnya terajut, tergantung impian-impian bocah yang ingin terbang ke angkasa.

Matamu, kelopaknya menampakkan surya megah merah kesumba.
Di dekatnya, sebuah negeri yang gamang tengah mendaki curam,
sedang di bawahnya puluhan bola emas tengah berguling, bergulir, seraya merayunya.


Hanya kaca yang menyentuh batang hidungnya kemarin lusa.
Lalu lewat tanganmu, pengganjal kusen jendela itu terbuka,
dan serpih udara dunia telah dihirup melaluinya.

Tanganmu, berharap agar hangatnya tak pernah mengkhianati kita.
Dan telapak kakimu adalah muara yang semua air ingin bersua dengannya.



Depok,14 April 2014

No comments:

Post a Comment