Oleh: Faqih Hindami
Kau dan kain-kain itu
berjalan menanggalkan mewah dunia
bersama
tari rumput-rumput basah
ke
tepi-tepi sungai yang mengalir airnya
sebelum
bersua kau dengan sejuk udara dan jernih telaga.
Kain-kain
itu, yang menjaga rapi indah dirimu,
menjelma
jadi sayap-sayap waktu
menerbangkanmu
di atas pendar pelangi
melewati
tangga-tangga langit, tinggi ke sudut-sudut galaksi.
Sebab di
antara nebula telah dimegahkan singgasana abadi
buat kau
yang suci.
Kain-kain
itu, yang menutupi elok ragamu,
telah
melarang bara menyentuh ujung rambutmu,
lalu
memperdengarkan kidung yang disenandungkan hamba;
ayat-ayat
yang melagukan tembang semesta,
lantas
menjadikanmu bidadari surga.
Kau dan
kain-kain itu,
bukan
hanya tentang memilih utopia atau cantik bunga-bunga.
Tapi
tentang memilih panas api yang nyala, atau bening telaga surgaNya.

No comments:
Post a Comment