Powered By Blogger

Friday, February 21, 2014

Secangkir Pagi yang Manis untuk Kita Kenang


Oleh: Faqih Hindami

Sinar surya masih sembunyi.
Kala kakiku menapak menelanjangi sunyi.
Semilir angin mendekap tubuhku erat.
Dan aku masih sendiri menyesap kesejukan pagi.
Sebelum kau datang padaku bersama senandung megah itu.

"Apa yang waktu telah suguhkan untukmu?" tanyamu ketika itu.
"Secangkir pagi yang manis untuk kita kenang," jawabku.


Depok,
9 Juni 2013

No comments:

Post a Comment