Powered By Blogger

Friday, February 21, 2014

Sajak Bisu, Sajak Sendu



Oleh : Faqih Hindami


Sajakku sajak bisu,
Sajak rindu yang mengunci tegar jarak kita dan masa.

Tiada yang tau apa yang memenuhi jiwa ini.
Aku cuma jenuh menjadi pemuja misteri,
kalau hatimu saja memilih buta dan mengabaikan setiap huruf dalam baris sajak.

Matamu cukup dekat untuk menunjukiku jalan harap di sudut lorong, dan aku tak perlu menjatuhkan peluh ke tanah untuk melangkahi terjal mencuri manis senyummu.
Tapi, rasanya jarak hati kita terlampau jauh untuk dicapai masa.

Sajakku sajak sendu,
Sajak romantika yang menakar waktu menunggu temu.

Tiada yang tau apa yang memenuhi jiwa ini.
Aku hanya lelah cuma menjadi penuai sajak cinta untuk lembar epilog-mu.
Aku ingin menjadi malaikat di surga kecilmu, menjadi pujangga di pondok memorimu,
lalu denganmu menelusuri sabana dan taman bunga di utara.

Kalau jemariku ini jarum waktu, sudah lama ku rangkai detik, ku rombak tentu pintalan menit, agar tak ada yang perlu memanjakan masa.
Karna aku tak ingin kau lenyap dari mimpi ketika takdir mulai menyerah dengan waktu,
sedang cintaku lebih kekal dari janji.


Terserah pada senja ke berapa kita lagi berjumpa.
Aku akan tetap menantimu dalam sajak yang kuukir dalam diam.









Sungailiat,
Awal Maret 2013

Sajak cinta untuk gadis yang matanya pernah menatapku dalam
kemudian memejam, berpaling dan lari

Ah, andai saja mata itu dapat kukecup

No comments:

Post a Comment