Oleh
: Faqih Hindami
Gelombang berteriak gaduh
Merusuh kelam hati
Anak Adam dengan rindu duduk
di atas pemecah gelombang
Mengadu pada terang bulan
Cukup kerlip bintang jadi
kawan sepi
Besi-besi penghancur pasir
mengerik riuh
Sampaikan pesan pada
kapal-kapal tambang
Jauh di bingkai cakrawala
Permaisuri malam, ujungnya
gaunnya lusuh terkoyak debu pasir
Dari jauh hutan bercakap
memecah sunyi
Tentang awan-awan gelap yang
membawa kenangan
Seorang pemuda meringkuk di
tepi
Menulis nama cintanya di atas
pasir
Sebelum disapu ombak karam
Sungailiat,
25 Oktober 2012
Tentang malam
yang kulewati dengan rindu
bersama jiwa yang
terlalu kerdil untuk mengerik riuh
tentang sepi dan
hati yang sunyi dari cinta

No comments:
Post a Comment