Powered By Blogger

Friday, January 11, 2013

Aku dan Kursi Bisu

Oleh : Faqih Hindami


Malamku hilang terbang.
Diksiku lenyap tenggelam dalam peluh.
Rapsodiku tak lagi berada.
Dan setangkai putih abadi pun layu. Mati.
Seperti jiwaku yang berganti.

Semua ku tukar dengan sesal.
Pada buli yang orang lain agungkan.
Hingga bebas ku terenggut.

Ucap, angan, dan seluruh senjaku, pagiku,
semua tertahan pada satu kekuasaan.
Hingga satu cintaku pergi kar’nanya,
kursi bisu yang ku duduki ini,
tetap diam


Sungailiat,
1 Agustus 2012

No comments:

Post a Comment