Oleh :
Faqih Hindami
Ada selalu perpencaran dan
saling riuh
Kesal. Marah
Dalam petualangan, kita
Sering terluka
Dikhianati. Dibohongi
Kita selalu coba lari dari
semua ini. Dari rasa-rasa itu.
Dari keburukannya
Lari ke hutan cinta yang lebat
Lari dan menyelam di danau
yang penuh saying
Mendaki bukit kebaikan. Padang
kesempurnaan. Padang kesabaran
Aku ingin cinta selamanya kita
bertualang
Aku ingin sayang selamanya
Cuma aku
Dan kasih, sungguh tulus dari
hati
Tidak ada dusta darimu padaku,
dan sebaliknya
Dan cuma di mulut dan pesan
singkat bilang saying
Aku kenang hari itu
Betapa riangnya aku ketika
hari mulai hilang
Dan lewat seluler kita saling
bertukar pengakuan
Berkirim pernyataan dari dalam
perasaan
Aku ingat waktu dimana
Perasaan takut kehilangan,
berubah keyakinan
Saat kau mengirim kalimat
pengakhiran
Lalu merubahnya dengan tawaran
Lalu kemudian
Sama-sama kita gubah
perjanjian
Janji tentang selamanya
mencinta
Coba ingat hari, saat
Perasaan senang, berubah
renungan. Mengingat kesalahan
Waktu kau serahkan kalimat
kebencian
Yang sebelumnya merupakan
keakraban
Dan antara kita banyak
kesenangan
Hampir berganti perpecahan
Kita semakin jarang bertemu
Sapaan dan cinta tak ada lagi
Keakraban dan kedekatan
Kasih dan sayang yang ku sukai
Senja waktu itu di pantai,
Kita begitu riang
Duduk berdua di bebatuan
Kau duduk bersanding aku.
Sedangkan,
Senandung gitar ku mainkan
Dan antara kita berada banyak
kegembiraan
Kenang hari itu,
Kau begitu menyangsikan
Sedikit lagi pertikaian.
Berubah kepercayaan
Ketika kau mencurigai dengan
banyak pertanyaan
Yang bisa lalu kuubah menjadi
keyakinan
Semua yang kita lakukan. Semua
yang kita alami
Kesenangan. Kesedihan.
Kedekatan. Perpecahan
Pengakuan. Dusta yang ku benci
Kenang kisah hidup kita
Jangan paksa hilang
Yang tak bisa kita mistik lalu
lenyap
Hari ini, semua itu aku
benar-benar rasakan
Tanggal 24 bulan ini
Aku ingin kabarkan pada semua
sahabatku
Telah setahun kita menanam
cinta
Di ladang kita
Di dalam hati kita
Sungailiat,
21 Mei 2009

No comments:
Post a Comment