Powered By Blogger

Sunday, March 9, 2014

Isyarat



Oleh: Faqih Hindami

Ada isyarat yang tetap tidak tersampaikan.
Menyesak di dada.
Dalam diam aku terus melirih hampa.
Berikan aku arti!
Agar peluh dan air mata betul-betul menetes demi mimpi.
Atau tidak demi apa-apa.

Tapi siapa pula yang mendengarku menderu?
Apa aku mesti membiarkan waktu bicara, tanpa aku harus berkata?



Depok,

11 Juni 2013


No comments:

Post a Comment