Oleh: Faqih Hindami
Subuh ini aku kembali bergegas pergi
Dan segala kenangan yang kemarin lusa kita bumbui dengan sesal dan canda,
telah ku pahat di kepala agar sewaktu-waktu dapat terus kita pandang.
Di dalamnya ada asa yang nyaris patah.
Ada sabar yang tak pernah mati.
Ada mantra-mantra yang kita panjatkan di masa lalu.
Subuh ini jiwaku memerdu doa-doa
Dan mimpi-mimpi yang kita peluk erat sejak dini telah diterbangkan tinggi
keluar batas galaksi.
Entah kelak mimpi berubah jadi candu atau malah menyerpih jadi abu.
Bandung,
3 Maret
2014

No comments:
Post a Comment