Powered By Blogger

Sunday, March 9, 2014

Kelana

Oleh: Faqih Hindami

Bersama mimpi aku melintas mendaki.
Dengan sayap waktu aku terbang tinggi.
Di luar sana angin menghembus menghempas nyali.
Meniupi wajah dengan segala dusta & emosi.
Dalam hidup tak tau apa yang dicari.
Sedang tak ada yg dapat diterka lagi.
Tak ingin aku menahan diri dan kembali.

Cuma menyerahkan hati buat dicaci,
atau memintal kata hanya untuk dicerca.

Jika hidup adalah kelana, entah kemana aku mesti mengembara.
Jika sahabat saja sudah memelihara serigala di dadanya,
lalu membungkus taring dengan senyum dibibirnya.
Dan kekasih yang menghadiahkan kado semu cinta tak lagi setia,
karna muak membaca kisah romantika yang tak pernah bisa diterka.
Tapi di rumah, Bunda menawarkan cinta dibalik pintu surga.
Menabur doa dibawah langit malam buta.
Entah apa yang mesti ku bawa ke ujung masa.
Atau ku tanggalkan saja semua dan kembali ke rangkulanNya.
 


Depok,
Hari Ulang Tahunku, 12 Juni 2013

No comments:

Post a Comment