Powered By Blogger

Monday, March 24, 2014

surat cinta (untuk dirimu yang disayangi waktu)



Untuk dirimu yang disayangi waktu,
Terlalu sayang waktu padamu hingga tidak mengizinkanku memeluk matamu meski satu senja saja.

………………*sensor*……………



Sebagai pembuka, aku ingin meminta maaf. Karna yang akan kau baca bukan kata-kata indah yang mengalir dari tinta-tinta pena pemuisi cinta. Sebab aku bukan penyair yang pandai merangkai syair-syair megah. Bukan juga pujangga yang piawai menulis diksi-diksi indah untuk menyebut cinta. Yang bisa ku perbuat hanya mengumbar yang ku pendam dalam hati di atas kertas-kertas suci melalui tetes tinta hitam.

Maaf. Bukannya tidak ingin mencurahkan segalanya dengan langsung bicara. Tapi mata beningmu selalu menyulap hembus angin hangat menjadi sejuk, menggembok erat bibirku, lalu memutus saluran pengalir kata ke lidahku. Sehingga terperangah saja aku oleh tatap mata.


Aku tak tahu darimana aku mesti mulai bercerita, karna sungguh tak tahu apa yang membuat hatiku terus menderu cinta. Entah karna matamu yang bening seperti telaga surga, atau senyum manismu yang menjadikan beku segalanya. Ah, entahlah. Yang ku coba mengerti, cinta adalah realita hati yang menghidupkan fenomena jiwa pada orang yang dicinta. Maka, aku tidak mencintaimu karna kau indah.  Tapi, kau indah karna aku  mencintaimu.

Sejak dulu aku terus menjadi pemuja rahasia. Karna kau adalah bidadari yang datang dari keterasingan lantas enggan aku ungsikan. Di setiap sandikala senja, aku ingin kau selalu menatap langit yang sama denganku. Sebab, aku selalu mengirimkan untai-untai doa untukmu melalui rona-rona jingganya.

Aku tak tahu lagi ke hati mana akan mengukir romantika cinta. Apa aku mesti menelusuri jalan-jalan Roma, atau menjelajah malam-malam di bawah lampu-lampu Eiffel di Paris hanya untuk mencuri kisah romantis, sedang cuma senyummu yang dapat menebari kisahku dengan romantika yang manis?

Aku tak ingin dengar siapa yang tengah kau suka. Karna bagaimana pun aku akan tetap mencinta. Lagipula tak bisa aku menjelajah cinta di hati yang lain. Sebab, kau adalah penjelajah pertama semesta hatiku, dan aku cuma punya kau untuk dicinta.

Akhirnya, dengan segala kesederhanaan dan kekurangan tanpa ku topengi wajahku, aku ingin menawarkan 2 pilihan saja untukmu; Terima cintaku. Atau maki saja aku. Karna jika tidak kau terima cinta, aku tak lebih dari pecundang yang gagal menangkap hati bidadari surga.

Selamanya aku akan  terus menunggu jawabanmu, hingga terbuka hatimu oleh waktu. Hingga Tuhan memberi waktu untuk kita bertemu.



Dengan cinta,



Faqih Hindami

1 comment:

  1. Suka bangt kata kata ini " maka. aku tidak mencintaimu karna kau indah.  Tapi, kau indah karna aku  mencintaimu."

    Tulis lagi dong kiiihhh

    ReplyDelete