Oleh : Faqih Hindami
Aku takkan mati kau maki.
Meski kau
serigala penelan serapah,
Mencabik
wajahku hingga berdarah,
Tak bisa kau
paksa lidahku menyabung dengan lidahmu.
Sebab aku
tak ingin menyesap liur dusta dari mulutmu yang terus mengucap surga,
Padahal
kaki-kakimu menginjak bara neraka.
Biar ku
tanya.
Buat apa
menjilat cerca yang dulu kau ludahi?
Lalu
mengubur dendam untuk kembali digali ?
Bandung,
24 Juni 2013

No comments:
Post a Comment